hari yang membahagiakan
pagi ini seharusnya gw pergi ke situbondo buat praktikum lapang. karena malemnya gw tidur jam 3, so ga aneh gw bangun jam setengah sembilan, otomatis ga ikut praktikum, artinya mampus aja dech gw….hahahaha
siangnya di kontrakan mati lampu, and lama banget, ampe ketiduran nunggu nyala lagi…catatan dari pagi belum mandi hehehe
tadi, bis isya di ajak ngopi, rencananya sich mau berangkat, tp motor cuma satu sedangkan orangnya ada 3, jadi karena belum mandi and dingin gw putuskan gw aja yang ga ikut, 2 temen gw yang lain gw suruh ngopi, otomatis motor gw dipake. akhirnya 2 temen gw ga mau brangkat, alasannya karena gw ga brangkat. ya udah gw sms orang yang ngajak ngopi buat smsin salah satu temen gw, gw pikir klo dia yang bujuk pasti mau temen gw. ternyata temen gw tetep ga mau. karena yang ngajak ngopi itu sendirian akhirnya gw brangkat sendiri, tp gw mandi, hehehehe. udah di atas motor gw sms dia, "aku kesana" trus gw jalan. dia bales,"ma sapa?" gw bilang sendiri, akhirnya dia bales and dia bilang ga usah, artinya gw ga perlu ketempat dia berada, and gw disuruh pulang lagi. capeeeeekkkk dech…katanya dah ketemu temen2nya…mangnya gw barang rongsokan kali ya….ada2 aja tuh orang..tapi emang sungguh indah and menyenangkan hari ini…akhirnya gw ke warnet aja…ehhh kakak gw ngenalin temen chatnya(cewe) yang kebetulan kul di UB, ck.ck.ck.cantik sich…tapi bukan orang2 yang ada di dunia gw…
capeeeeeekkkkkk dech………hahahahah
Uncategorized | Comment (0)belum paham
Pertanyaan demi pertanyaan muncul seiring dengan terjadinya peristiwa-peristiwa dalam hidupku. Pertanyaan yang berhubungan dengan cinta, perasaan, logika, cita-cita, kemapanan, restu, wanita, kenyataan, rintangan, dan takdir. Peristiwa-peristiwa yang membentukku melalui pengalaman. Pengalaman di mana setiap kali aku jatuh hati, setiap itu pula hatiku terbelai, tiap kali itu pula hati ini terhempas dan terkoyak, tiap itu pula aku tumbuh dan matang.
Meskipun begitu ada satu hal yang sampai dengan saat ini aku belum juga pahami. Aku belum dapat memahami apa pentingnya aku dalam setiap peristiwa itu, apa hanya untuk melatihku? Atau aku diharuskan memberi kontribusi di dalamnya? Atau bahkan kedua-duanya? Yang ganjil adalah ketika di satu peristiwa aku tidak dapat memberi kontribusi yang signifikan, peristiwa itu akan terulang sekali lagi di kesempatan selanjutnya. Bahkan yang lebih ganjil adalah setiap kali kesempatan itu datang, setiap kali itu pula keadaan tidak memberiku kesempatan untuk menyumbangkan keringat dan darahku. apa karena sebenarnya aku belum siap untuk kesempatan itu??
Uncategorized | Comment (0)