Pelajaran Dari seorang anak kecil

February 22nd, 2007

sekitar 7 bulan sudah aku tinggal di malang, sejak bulan agustus aku memulai perjalanan di kota orang. awalnya semua tampak sama seperti halnya aku tinggal di bogor. tapi seiring berjalanya waktu, aku mulai menemukan banyal pelajaran, yang mungkin klo aku tetap tinggal di bogor aku tak kan pernah dapat mempelajarinya. untuk itu aku merasa beruntung sekali dapat kuliah di malang.

di malang aku tinggal di tempat kost. dimana di tempat itu aku memulai pelajaran2ku. pelajaran pertamaku dimulai dari seorang anak kecil bernama Adistia Rohima. dia adalah anak pertama yang berusia 1 taun 7 bulan dari pasangan Pak Sigit and Bu Rini (Penjaga kost). meraka sudah kuanggap seperti keluarga sendiri sejak aku tinggal di kostan itu. begitu pula sebaliknya, sehingga klo aku lagi ada di kost aku selalu diminta tolong untuk menjaga adis( panggilan adistia). bisa dibilang aku om yang paling memanjakan dia di kostan itu.

saking seringnya aku bermain dengan Adis, kelamaan aku mulai menyadari sesuatu yang seharusnya sudah aku sadari sedari dulu. hal itu terlintas di fikirannku ketika melihat Tingkah Adis yang selalu merengek2 klo meminta sesuatu. setelah merenuk tuk sesaat akhirnya aku teringat akan sesuatu, yaitu Tuhan sayang kepada hambanya lebih dari sayangnya seorang ibu kepada anaknya. lalu aku berfikir lagi, Adis selalu bisa mendapatkan apa yang di inginkannya setelah iya merengek2 atau menangis, entahj karena sayang atau pun kasihan akhirnya ibunya atau aku selalu menuruti kemauannya.

andaikan saja aku menyadari ini dari dulu mungkin aku akan lebih paham tentang hal itu saat ini. aku merasa telah banyak kehilangan kesempatan, kesempatan untuk merengek2 kepada Tuhan Sang Pencipta langit dan bumi. tapi dengan sadarnya ku akan hal itu sekarang aku akan bisa lebih sering lagi merengek kepada-Nya. coba saja kita bayangkan, seorang ibu yang kekuasaannya terbatas jika melihat anaknya merengek2 meminta sesuatu, dia akan berusaha sekuat tenaga memenuhi keinginanan dari sang anak tersebut, apalagi Sang Pencipta yang kekuasaannya tak terbatas. hal ini pantas kita lakukan dan kita renungi lebih jauh lagi..




One Response to “Pelajaran Dari seorang anak kecil”

  1.   luthfi on February 23, 2007 5:39 am

    hehehehee….bagus bagus klo ada kesadaran ;p eh yu tapi inget loh terkadang ketika kita merengek kita ditolak dan lebih dari itu kita suka dipukul untuk sekedar memberi pelajaran bahwa gak semua harus sesuai kehendak kita dan gak semua bisa dimiliki=> tapi tetaplah merengek karena pukulan itu satu diantara sekian keinginan yang terpenuhi…..

    yu gw ngingetin aja neh jgn sampe lo ngapa2in tuh anak kecil yah soalnya gw sering liat di tv kejahatan itu bukan krn niat tapi adanya kesempatan….trus tuh bapa kost ngomong gini deh “sukar dipercaya dia tega melakukan ini pd anak saya padahal dia sudah saya anggap sebagai anak sendiri dan sehari2pun berkelakuan baik” hahhahahahahahaha becanda bro semangat yah!!!11

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind